CLICK HERE FOR FREE BLOGGER TEMPLATES, LINK BUTTONS AND MORE! »

Minggu, 14 April 2013

`Isu Etik dan Moral dalam Pelayanan Kebidanan'

Isu Etik dan Moral dalam Pelayanan Kebidanan Etika yaitu ilmu tentang apa yang baik dan buruk sedangkan konsep etika yaitu: Menurut Kamus Besar Indonesia :Kumpulan nilai tentang akhlak. Menurut Shirley R.Jones ,2000 :Merupakan penerapan proses teori secara filosofi secara kenyataan. Menurut IBI (1999) :Perangkat fisik moral yang dianggap baik atau buruk yang berlaku di masyarakat. KODE ETIK KEBIDANAN Kode etik adalah norma-norma yang harus diindahkan oleh setiap profesi dalam melaksanakan tugas profesinya dan hidupnya di masyarakat. Norma tersebut berisi petunjuk bagi anggota profesi tentang bagaimana mereka menjalankan profesinya dan larangan, yaitu ketentuan tentang apa yang boleh dan tidak boleh diperbuat atau dilaksanakan oleh anggota profesi, tidak saja dalam menjalankan tugas profesinya melainkan juga menyangkut tingkah laku pada umumnya dalam pergaulan sehari-hari di masyarakat.2,10 Kode etik kebidanan merupakan suatu pernyataan komprehensif profesi yang menuntut bidan melaksanakan praktik kebidanan baik yang berhubungan dengan kesejahteraan keluarga, masyarakat, teman sejawat, profesi dan dirinya. Penetapan kode etik kebidanan harus dilakukan dalam Kongres Ikatan Bidan Indonesia (IBI). 2,10 Kode etik berfungsi sebagai berikut :  Memberi panduan dalam membuat keputusan tentang masalah etik.  Merupakan cara untuk mengevaluasi diri.  Menjadi landasan untuk memberi umpan balik bagi rekan sejawat.  Menginformasikan kepada calon perawat dan bidan tentang nilai dan standar profesi.  Menginformasikan kepada profesi lain dan masyarakat tentang nilai moral. Contoh Kasus yang melanggar Etika Kebidanan : Bidan Tidur Bayi Meninggal Saat Dilahirkan DEMO--Warga melakukan aksi demo mengkritisi kinerja RSUD Kalabahi,Alor,NTT, Selasa (11/10/2011). Foto: POS KUPANG/OKTO MANEHAT Laporan Wartawan Pos Kupang, Okto Manehak TRIBUNNEWS.COM,KALABAHI - Seorang bayi anak dari Yumina Sihite Peny meninggal di RSUD Kalabahi, NTT gara-gara oknum bidan di rumah sakit terlambat memberikan pertolongan karena tertidur. Warga yang tidak terima atas kejadian lantas melakukan aksi demo terhadap manajamen RSUD Kalabahi, Selasa (11/10/2011). Demo yang digelar didepan RSUD Kalabahi dipimpin Ketua Serikat Pekerja Transportasi Indonesia Kabupaten Alor, Eklopas Th. Peny atau yang dikenal masyarakat dengan panggilan Bung Kelo. Pendemo datang ke RSUD Kalabahi menumpang mobil Pick Up warna merah. Pendemo yang datang sekitar pukul 08.30 Wita langsung masuk halaman depan RSUD Kalabahi, namun aparat keamanan yang telah siaga dilokasi tersebut minta pendemo untuk menggelar aksinya diluar. Kelo dalam orasinya mengutuk kinerja Direktur, Dokter dan Bidan di RSUD tersebut yang telah melalaikan tugasnya hingga mengorbankan cucunya dalam proses persalinan seorang puterinya, Yumina Sihite Peny. Kelo mengungkapkan, anaknya Yumina pada, Rabu (5/10/2011) malam dibawa ke RSUD Kalabahi untuk menjalani proses persalinan. Saat dibawa ke RSUD anaknya dalam keadaan sehat, demikian juga bayi yang dikandung dalam keadaan normal berdasarkan pemeriksaan USG pada siang harinya. Tetapi, jelas Kelo, malam tersebut anaknya dalam pergumulan hidup-mati dalam menghadapi proses melahirkan, namun tidak ada proaktif dari Bidan, bahkan para bidan tidur nyenyak. Akhirnya, ungkap Kelo, anaknya melahirkan sendiri, berimbas pada kematian cucunya. Setelah kejadian ini, tandas Kelo, baru medis dan bidan berlarian melihat jenasah cucu perempuannya tersebut. Kelo mengatakan, kasus yang dirinya alami ini bukan baru kali pertama terjadi, tetapi informasi serupa juga banyak yang disampaikan masyarakat kepadanya. Kelo menyatakan kekecewaannya dengan mengatakan, aksi demo tersebut dengan tujuan agar masyarakat kembali menggunakan dukun-dukun beranak kampung, sehingga ibu-ibu yang melahirkan tidak menjadi korban. Kelo menegaskan, masalah kematian cucunya itu akan dilaporkan ke DPRD Alor untuk membahas secara khusus. Kelo juga menegaskan, dirinya juga akan membawa masalah tersebut ke polisi untuk diproses hukum. Kelo saat itu juga mengkritisi kinerja Direktur RSUD Kalabahi, dr. Ketut Indrayana yang dinilai tidak kerja secara maximal. Tudingan terhadap petugas RSUD Kalabahi yang telah melalaikan tugas hingga adanya kematian dalam proses persalinan Yumina Sihite Peny dalam aksi demo itu, langsung dibantah oleh Manajemen RSUD Kalabahi. Salah seorang medis di RSUD itu, dr. M.Ihwan Kusuma, SpB didampingi Kepala Tata Usaha (KTU) RSUD Kalabahi, Junaidi di Ruang Kerja Direktur RSUD Kalabahi mengatakan, hasil audit pihaknya terhadap dokter dan bidan dalam menangani pasien bersalin tersebut tidak pernah menterlantarkan. Petugas yang ada telah menangani secara optimal. Kusuma menjelaskan, meninggalnya bayi dalam persalinan tersebut, disebabkan akibat lilitan tali pusat dileher bayi. Petugas saat itu telah beri pertolongan, namun tidak bisa tertolong. “Kasus terlilitnya tali pusat ini memang banyak terjadi. Ada yang bisa ditolong, dan banyak juga yang tidak bisa. Meski upaya pertolongannya cukup susah,”tandas Kusuma. Kusuma mengatakan, tali pusat yang terlilit memang tidak dapat dideteksi melalui USG yang dimiliki di RSUD ini. hal ini hanya bisa dilihat dengan USG yang canggih. “Jadi yang terjadi tidak ada kelalaian atau mala praktek,”tandas Kusuma. Kepala Tata Usaha (KTU) RSUD Kalabahi, Junaidi menambahkan, pihaknya siap menghadapi proses hukum yang telah disampaikan pendemo. Pasalnya, kematian bayi yang terjadi itu bukan kelalaian dari petugas. Editor: Romualdus Pius Sumber : Pos Kupang Contoh kasus Bidan yang melanggar kode Etik Kebidanan: Di sebuah desa, ada seorang bidan yang sudah membuka praktek kurang lebih selama satu tahun. Pada suatu hari datang seorang klien bernama Ny „A‟ usia kehamilan 38 minggu dengan keluhan perutnya terasa kenceng kenceng sejak 5 jam yang lalu. Setelah dilakukanVT, didapatkan hasil pembukaan 3 dan ternyata janin dalam keadaan letak sungsang. Oleh karena itu bidan menyarankan agar di Rujuk ke Rumah Sakit untuk melahirkan secara operasiSC. Namun keluarga klien terutama suami menolak untuk di Rujuk dengan alasan tidak punya biaya untuk membayar operasi. Tapi bidan tersebut berusaha untuk memberkan ipenjelasan bahwa tujuan di Rujuk demi keselamatan janin dan juga ibunya namun jika tetap tidak mau dirujuk akan sangat membahayakan janin maupun ibunya. Tapi keluarga bersikeras agar bidan mau menolong persalinan tersebut. Sebenarnya, dalam hal ini bidan tidak yakin bisa berhasil menolong persalinan dengan keadaan letak sungsang seperti ini karena pengalaman bidan dalam hal ini masih belum begitu mendalam. Selain itu juga dengan di Rujuk agar persalinan berjalan dengan lancar dan bukan kewenangan bidan untuk menolong persalinan dalam keadaan letak sungsang seperti ini. Karena keluarga tetap memaksa,akhirnya bidan pun menuruti kemauan klien serta keluarga untuk menolong persalinan tersebut. Persalinan berjalan sangat lama karena kepala janin tidak bisa keluar. Setelah bayi lahir ternyata bayi sudah meninggal. Dalam hal ini keluarga menyalahkan bidan bahwa bidan tidak bisa bekerja secara profesional dan dalam masyarakatpun juga tersebar bahwa bidan tersebut dalam melakukan tindakan sangat lambat dan tidak sesuai prosedur. Konflik Keluarga terutama suami menolak untuk di rujuk ke Rumah sakit dan melahirkan secara operasi SC dengan alasan tidak punya biaya untuk membayar operasi. Issu Di mata masyarakat, bidan tersebut dalam pelayanan atau melakukan tindakan tidak sesuai prosedur dan tidak profesioanl. Selain itu juga masyarakat menilai bahwa bidan tersebut dalam menangani pasien dengan kelas ekonomi rendah sangat lambat atau membeda-bedakan antara pasien yang ekonomi atas dengan ekonomi rendah. Dilema Bidan merasa kesulitan untuk memutuskan tindakan yang tepat untuk menolong persalinan Resiko Tinggi. Dalam hal ini letak sungsang seharusnya tidak bolehdilakukan oleh bidan sendiri dengan keterbatasan alat dan kemampuan medis. Seharusnya ditolong oleh Dokter Obgyn, tetapi dalam hal ini diputuskan untuk menolong persalianan itu sendiri dengan alasan desakan dari kelurga klien sehingga dalam hatinya merasa kesulitan untuk memutuskan sesuai prosedur ataukah kenyataan di lapangan. Sumber : http://m.tribunnews.com/2011/10/11/bidan-tidur-bayi-meninggal-saat-dilahirkan http://www.scribd.com/doc/87616528/Contoh-Issue-Etika-Bidan-2010

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar